Browse By

Menuju FISIP Satu : Dua Paslon Siap Bersaing

Dua calon, Ni Putu Erika Destyawati calon gubernur urut 1 (kanan) dan I Wayan Variady Wiadnyana calon urut 2 (kiri) yang berhasil lolos seleksi bakal calon gubernur dan wakil gubernur fisip yang diumumkan di gedung B, Fisip pada 16 November 2017. (Nia/Linimassa)

Dua calon, Ni Putu Erika Destyawati calon gubernur urut 1 (kanan) dan I Wayan Variady Wiadnyana calon urut 2 (kiri) yang berhasil lolos seleksi bakal calon gubernur dan wakil gubernur fisip yang diumumkan di gedung B, Fisip pada 16 November 2017. (Nia/Linimassa)

PERSLINIMASSA, Denpasar – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unversitas Udayana kembali menggelar rangkaian Pemira (Pemilu Raya) Mahasiswa. Rangkaian kegiatan ini diawali dengan persiapan seleksi bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FISIP Unud yang nantinya lolos sebagai peserta Pemira. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Pemira kali ini juga disiapkan oleh Komisi Pemilu Raya Mahasiswa (KPRM) FISIP Unud.

 Terhitung sejak tanggal 16 Oktober 2017, KPRM FISIP Unud telah membuka pendaftaran untuk peserta Pemira. Setelah kurang lebih sebulan, akhirnya masa pendaftaran ditutup pada 13 November lalu.

“Jadi, setelah penutupan pendaftaran, dari KPRM melakukan verifikasi terhadap berkas-berkas yang dikumpul oleh peserta,” jelas Ketua KPRM FISIP Unud 2017, Putu Bany Surya Buana Putri.

Bany menambahkan, peserta Pemira diberikan waktu dua hari untuk melengkapi berkas yang kurang. Sehingga pada hari terkahir pengumpulan berkas, langsung diadakan penetapan calon dan pengambilan nomor urut. Bany menyebutkan ada tiga paslon (pasangan calon) yang terdaftar sebagai peserta Pemira tahun ini.

“Namun, hanya dua paslon yang berhasil lolos tahap verifikasi,” ungkapnya. Hal ini berarti akan ada dua pasangan yang bersaing memperebutkan kursi eksekutif tertinggi di lingkungan FISIP Unud.

Kedua paslon ini telah ditetapkan menjadi calon Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FISIP Unud pada 16 November 2017. Paslon dengan nomor urut satu ialah Ni Putu Erika Destyawati (Administrasi Negara) sebagai calon Gubernur yang didampingi oleh I Gede Nyoman Tri Adhyatmika (Ilmu Komunikasi) sebagai calon Wakil Gubernur. Sedangkan paslon dengan nomor urut dua memasangkan I Wayan Variady Wiadnyana (Hubungan Internasional) sebagai calon Gubernur dan Dodok Samdana Sukaja (Ilmu Politik) sebagai wakilnya. Sementara itu satu pasangan lainnya harus rela tidak ikut bersaing dalam Pemira tahun 2017.

“Iya, karena ternyata salah seorang dari pasangan tersebut, belum mengikuti BOM (Bina Orientasi Mahasiswa), sedangkan kegiatan tersebut merupakan salah satu syarat untuk lolos sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FISIP Unud,” jelasnya.

Bany juga menjelaskan pihaknya sudah mencocokan dengan data absensi peserta BOM untuk memastikan hal tersebut.

“Jadi sebagai salah satu bentuk verifikasi berkas, kami juga mencocokkan berkas yang dikumpul oleh peserta dengan daftar absensi peserta BOM untuk memastikan seluruh pesera Pemira tahun ini sudah mengikuti atau belum,” jelas mahasiswi angkatan 2015 ini.

Proses penetapan ini didahului dengan pengumuman tahap verifikasi berkas yang diikuti oleh ketiga pasangan yang terdaftar. Sempat ada sedikit adu argumentasi antara pihak KPRM FISIP Unud dengan pasangan yang tidak lolos tahap verifikasi. Pasangan ini awalnya terlihat tidak terima pihaknya gagal di tahap verifikasi berkas. KPRM FISIP Unud lalu memberikan penjelasan dan bukti bahwa yang bersangkutan memang menyalahi aturan administrasi. Akhirnya pasangan bakal calon tersebut bisa menerima dengan legowo keputusan dari KPRM FISIP Unud. Hal ini pun dibenarkan oleh Bany.

“Iya sempat ada beberapa masalah, tapi syukurnya acara penetapan calon ini masih bisa berjalan lancar,” tandasnya.

Sementara itu, Ni Putu Erika Destyawati, calon Gubernur BEM FISIP Unud nomor urut satu mengaku, pihaknya masih harus menyiapkan banyak hal.

“Yang terdekat sih, kami ingin mematangkan visi-misi. Kemudian juga menyiapkan atribut untuk kampanye,” ujarnya ketika ditemui seusai acara penetapan dan pengambilan nomor urut.

Erika juga mengaku tak ada strategi khusus untuk menghadapi Pemira tahun ini. Menurutnya, Pemilu ini bersaingnya lewat visi-misi.

“Jadi apa yang bisa kami berikan untuk FISIP kedepannya akan masuk ke dalam visi-misi yang nantinya akan dipaparkan di depan mahasiswa FISIP juga,” jawabnya.

Setelah resmi menjadi calon Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FISIP Unud, kedua paslon ini mendapat waktu tiga hari untuk menyiapkan alat-alat kampanye. Seluruh alat-alat kampanye nantinya akan diperiksa untuk kemudian dicap jika tidak melanggar aturan yang ada.

“Pengecapan akan dilakukan tanggal 19 November mendatang,” ucap Bany.

Setelah pengecapan, kedua paslon akan berkesempatan untuk berkampanye secara lisan di hadapan mahasiswa FISIP Unud selama tiga hari, terhitung dari tanggal 20-22 November 2017. Kemudian dari tanggal 23 November hingga 2 Desember 2017, kedua paslon bisa berkampanye secara bebas di lingkungan FISIP Unud, selama tidak menyalahi aturan.

Penulis : Putu Pradnya Pramesti Arsa

Editor : Ni Ketut Juniantari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *