Browse By

Balutan Persahabatan dalam Indahnya Perbedaan

Resensi Novel Rumah di Seribu Ombak

Balutan Persahabatan dalam Indahnya Perbedaan

Tahukah kau mengapa Tuhan menciptakan langit dan laut? Semata agar kita tahu, dalam perbedaan, ada batas yang membuat mereka tampak indah dipandang.

Itulah yang tertulis di belakang sampul buku ini. Novel terbitan tahun 2011 karya Erwin Arnada ini bercerita tentang persahabatan dua orang anak yang memiliki latar kehidupan yang berbeda. Samihi, tokoh utama dalam novel ini, berasal dari keluarga muslim, sangat takut pada air, dan sangat taat pada orang tuanya. Sedangkan sahabatnya, Wayan Manik (Yanik) sedikit lebih tua umurnya dari Samihi, berasal dari keluarga Hindu, pemberani, dan sangat mencintai laut. Tetapi dari perbedaan ini mereka menjadi sahabat erat yang saling melengkapi satu sama lain. Mereka berdua tumbuh di lingkungan desa Kalidukuh, Singaraja, Bali.

Samihi hidup dengan ayah dan adiknya yang bernama Syamimi. Sementara Yanik adalah seorang anak tunggal yang hidup dengan ibunya yang sakit-sakitan. Ayahnya sudah cerai dan memperistri seseorang yang bertempat tinggal di Kuta, Bali. Yanik hanya sesekali bertemu ayahnya yang bekerja di sebuah restoran di Legian, sehingga Yanik terpaksa harus menjadi tulang punggung bagi ibunya. Persahabatan mereka bermula saat Yanik menolong Samihi dari segerombolan anak nakal yang ingin merebut sepedanya di pinggir pantai Lovina. Sejak saat itu, banyak hal yang berubah dalam hidup Samihi karena kebaikan yang dilakukan oleh Yanik. Kecintaan Yanik pada kegiatan snorkeling dan surfing di lautan ditularkannya kepada Samihi, sehingga Samihi tidak takut lagi pada air dan nasehat orang tuanya. Yanik juga membantu Samihi berlatih qiraah untuk perlombaan yang akan diikutinya dengan memberi tahu cara mengaji agar bisa mengeluarkan suara yang bagus. Yanik pun mengenalkan Samihi pada seorang ahli mekidung (geguritan) Bali. Namun, kisah kedekatan kedua anak itu lambat laun pupus karena Yanik tersangkut konflik pelecehan seksual oleh seorang warga Australia, Andrew. Aib yang diderita Yanik semakin menjadi-jadi, apalagi ia telah kehilangan ayahnya yang menjadi salah satu korban Bom Bali.

Hingga suatu saat Yanik pun meninggalkan kampung Kalidukuh. Samihi beserta Syamimi merasa kehilangan. Meskipun Yanik sudah tidak ada lagi di sampingnya, Samihi tidak menyerah dan tetap berjuang. Akhirnya ketekunan Samihi dalam belajar bisa membuatnya menjuarai lomba qiraah dan lomba surfing. Samihi merasa semua keberhasilan yang ia raih tidak lepas dari peran Yanik sebagai teman sejatinya. Samihi akhirnya sangat menggemari kegiatan berselancar. Kegigihan dan ketertarikannya kepada laut semakin diyakinkan oleh dukungan ayahnya dan orang-orang disekitarnya sehingga mengantarkannya menjadi surfer hebat dan mendapatkan beasiswa sekolah surfing di Melbourne, Australia.

Alur cerita yang tidak mudah ditebak dan pengangkatan tema yang khas menjadi daya tarik novel ini. Selain itu istilah-istilah dalam kultur Bali juga banyak disebutkan pada novel ini, seperti bahasa, adat istiadat, dan budaya yang masih terjaga dengan baik di Bali. Selain itu, tradisi keagamaan yang sering diadakan oleh agama Islam dan Hindu juga disampaikan secara seimbang. Dalam novel ini, Erwin Arnada menyampaikan secara apik bagaimana persahabatan dapat dibangun di atas peliknya perbedaan dan keberanian dalam menghadapi masalah serta impian. Yanik yang membantu Samihi dalam perlombaan membaca Al-Quran, Samihi yang rela mengorbankan janjinya untuk menjaga rahasia karena ingin menolong Yanik, tentang orang-orang kampung Kalidukuh yang menjaga keharmonisan kehidupan beragama antara Hindu dan Islam,  tentang Samihi yang belajar mengatasi rasa takutnya dan menjadikan rasa takutnya menjadi kekuatan yang membantunya menggapai mimpi. Hal-hal sederhana seperti itu adalah contoh kecil perdamaian dunia yang dapat digambarkan lewat Samihi dan Yanik.

Mimpi dan perjuangan keduanya diceritakan dengan mengalir oleh penulisnya. Semua kisah itu dipersatukan dengan apik dan ringan oleh Erwin Arnada. Lewat buku ini, terlihat dengan jelas persahabatan dan masa depan berjalan beriringan. Sahabat adalah manusia yang mampu menghilangkan ketakutan terbesar sahabatnya dan salah satu sistem pendukung terbesar bagi keberhasilan sahabatnya meskipun ada perbedaan diantara keduanya. (Saffira)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *