Browse By

Bantuan Logistik Numplek, Donatur Disarankan Tunda Pengiriman Bantuan

Stok beras di dapur umum GOR Swecapura, Klungkung, Minggu, 24 September 2017. (Rai Sukmaning/Linimassa)

Stok beras di dapur umum GOR Swecapura, Klungkung, Minggu, 24 September 2017. (Rai Sukmaning/Linimassa)

PERSLINIMASSA, Klungkung — Jumat, 22 September 2017 status Gunung Agung meningkat menjadi Awas. Masyarakat berbondong-bondong mengungsi ke daerah yang lebih aman.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung mencatat, hingga 24 September 2017 pukul 16:30 WITA, sebanyak 13.647 pengungsi masuk ke Kabupaten Klungkung.

Para pengungsi menempati 118 titik dengan jumlah terbanyak berada di Gelanggang Olah Raga (GOR) Swecapura (3.759 orang).

Masyarakat dapat mengetahui data terkini jumlah pengungsi melalui papan pengumuman di Posko Relawan.

“Data biasanya kita perbarui setiap dua jam sekali,” kata Kepala BPBD Klungkung Putu Widiada di GOR Swecapura, Minggu, 24 September 2017.

Widiada menjelaskan, banyaknya bantuan logistik yang datang membuat gudang GOR Swecapura penuh.

“Nanti kalau ada teman-teman dari Denpasar yang mau berbagi, silakan kirim setelah tiga hari ini,” saran Widiada.

Menanggapi kondisi tersebut, Sekda Pemkab Klungkung Gede Putu Winastra berencana menggunakan lapangan tenis dan beberapa ruangan lain sebagai gudang tambahan.

“Di samping nanti kita segera distribusikan logistik yang menumpuk di sini,” kata Winastra.

Pemkab Klungkung juga berencana akan mengelompokkan daerah-daerah yang berdekatan agar penyaluran bantuan lebih efektif.

“Misalnya Desa Besang Kangin, Desa Besang Kawan, dan Desa Besang Kauh kita jadikan satu manajemen,” jelas Winastra.

Dia juga menekankan perlunya koordinasi antara pemerintah dan donatur supaya bantuan dapat disalurkan secara berkelanjutan.

“Ini bukan satu atau dua minggu. Pengalaman tahun 1963 (letusan Gunung Agung-Red) itu hingga satu tahun,” kata Winastra.

Dia juga berharap donatur bersedia menunda pengiriman bantuan untuk menghindari penumpukan logistik di gudang pengungsian.

“Masyarakat juga perlu menyadari, kami memang perlu bantuan, tapi harus dipikirkan jangka panjangnya bagaimana,” ujar Winastra.

Berdasarkan catatan BPBD Klungkung, ada beberapa jenis logistik keperluan pengungsi yang belum terpenuhi, di antaranya:

  1. Susu ibu hamil
  2. Topi dan kaos kaki bayi
  3. Selimut bayi
  4. Sarung tangan bayi
  5. Botol susu dan dot bayi
  6. Bantal bayi dan bantal dewasa
  7. Obat-obatan dewasa dan anak-anak
  8. Topi dewasa
  9. Bantal dan selimut
  10. Gunting kuku
  11. Sikat gigi
  12. Pasta gigi
  13. Tisu dan tisu basah
  14. Beras
  15. Sayur
  16. Bumbu-bumbu dapur
  17. Kecap dan saus
  18. Kertas minyak
  19. Kresek sampah
  20. Tahu dan tempe
  21. Pengisi staples

 

Penulis: Eka Dharma

Editor: Rai Sukmaning

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *