Browse By

Berkonsep Wayang Wong, Komunitas AlasKaki Ingatkan Publik Soal Kebudayaan Bali

Mural Komunitas AlasKakiDenpasar, Linimassa – Dengan perkembangan zaman yang semakin modern, tidak sedikit masyarakat yang ikut tergerus dalam arus modernisasi. Maraknya tren K-pop dewasa ini sebagai salah satu dampak dari perkembangan zaman, telah banyak memperngaruhi kehidupan sosial-budaya di Indonesia, tidak terkecuali di Bali yang dikenal kental akan kebudayaannya. Dalam meminimalisir dampak buruk kedepannya, karya seni visual kerap dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap suatu isu.

Begitu pula dengan apa yang dilakukan oleh Komunitas AlasKaki, yang terdiri dari sejumalah mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), Institut Seni Indonesia, Denpasar. Awalnya pembentukan Komunitas AlasKaki diperuntukan untuk sekedar menyalurkan hobi menggambar mahasiswa DKV, ISI Denpasar sembari nongkrong. Seiring berjalannya waktu, sejumlah project mural telah digarap oleh Komunitas AlasKaki, salah satunya adalah pembuatan mural berkonsepkan Wayang Wong di sebuah dinding di Perempatan Jalan Setia Budi, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, Bali, Kamis (10/02).

“Kami ambil konsep ini karena visual dari wayang wong yang unik dan elegan dari segi karakter, detail warna, maupun warna pada wayang. Kami juga menggabungkan antara style warna pop (warna pastel) yang sedang trend saat ini, dengan karakter wayang,” ujar Bayu, salah satu pelukis mural dari komunitas AlasKaki saat diwawancarai melalui WhatsApp (11/02).

Mural tersebut dikerjakan oleh 12 orang dan telah rampung dalam waktu 11 jam, yakni dari pukul 11:00 sampai 22:00 WITA. Dalam proses pembuatannya, terdapat sejumlah kendala yang dialami, seperti bagian media tembok yang sedikit kasar, suara bising kendaraan, dan pengaruh cuaca yang kurang mendukung. Walaupun mengalami kendala yang sedemikian rupa ditambah dengan situasi sedang pandemi Covid-19, tapi hal tersebut tidak meruntuhkan semangat mereka untuk terus berkarya. Kekaguman Komunitas AlasKaki terhadap kebudayaan Bali juga terlihat dari sebagian besar project mural yang telah digarap, yang identik dengan unsur-unsur kebudayaan Bali.

“Soal alasan kami mengambil tema Budaya Bali, karena itu sebagai ungkapan rasa kagum kami terhadap unsur Budaya Bali, terutama seni visualnya. Selain itu, ini merupakan identitas kami sebagai orang Bali, walaupun perkembangan desain dan mural saat ini begitu pesat tapi identitas tetap kami pertahankan. Mungkin visual Bali-nya ada perubahan sedikit agar kelihatan lebih fresh, namun tetap sesuai pakem,” kata Bayu.

Selain sebagai ajang unjuk gigi kehadapan publik dan bagian dari kegiatan kolektif Komunitas AlasKaki, pembuatan mural tersebut juga sebagai pengingat masyarakat bahwa kebudayaan Bali tidak kalah keren dari kebudayaan luar.

Penulis : Ritaro Hari

Editor : Vivin Christin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *