Browse By

Bidikmisi Tak Kunjung Cair, Mahasiswa Diminta Bersabar

Spanduk bertuliskan "Bidikmisi Terlambat Cair Mahasiswa Miskin Sengsara" terpasang di Tugu Cakra Universitas Udayana, Jimbaran, Senin, 30 Oktober 2017. Belum diketahui kapan dan siapa pemasang spanduk tersebut. (Excel Bagaskhara/Kontributor/Linimassa)

Spanduk bertuliskan “Bidikmisi Terlambat Cair Mahasiswa Miskin Sengsara” terpasang di Tugu Cakra Universitas Udayana, Jimbaran, Senin, 30 Oktober 2017. Belum diketahui kapan dan siapa pemasang spanduk tersebut. (Excel Bagaskhara/Kontributor/Linimassa)

PERSLINIMASSA, Badung “Intinya sih diminta bersabar saja. Tadi dibilang mudah-mudahan akhir November (dana Bidikmisi) sudah keluar,” demikian kata Minar, mahasiswa FTP Unud, selepas rapat penerima Bidikmisi bersama Jajaran Rektorat Unud, Senin, 30 Oktober 2017, di Gedung Rektorat Unud, Jimbaran, Badung.

Rapat mendadak tersebut digelar lantaran adanya protes dari mahasiswa penerima Bidikmisi atas keterlambatan pencairan biaya hidup (living cost). Sebuah spanduk bertuliskan “Bidikmisi Terlambat Cair, Mahasiswa Miskin Sengsara” sempat terpasang di Tugu Cakra Unud sebelum diturunkan pihak Rektorat.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Prof I Made Sudarma menyebut protes mahasiswa salah alamat. Menurutnya, kewenangan pencairan dana bukan berada di pihak Unud, melainkan Kemenristekdikti. Seharusnya, kata dia, protes dilayangkan pada Kemenristekdikti.

“Semua usulan SPJ (surat pertanggungjawaban – Red) yang difasilitasi oleh Bidang Kemahasiswaan sudah dikirim ke Dikti. Sekarang persoalannya Dikti yang belum mencairkan dana itu,” kata Sudarma.

Ia menjelaskan, keterlambatan pencairan dana tidak hanya terjadi di Unud. Hampir semua penerima Bidikmisi di Indonesia timur, kata dia, mengalami hal demikian.

Dari 238 ribu penerima Bidikmisi se-Indonesia, 38 ribu di antaranya belum bisa dicairkan. Di Unud sendiri ada sekitar 1.800 penerima Bidikmisi.

Saat ditanyai adakah kebijakan khusus berupa dana talangan bagi penerima Bidikmisi yang benar-benar membutuhkan, Sudarma mengatakan Unud tidak memilikinya.

“Kami cuma bisa memfasilitasi pencairan dana itu lewat rapat ke Jakarta, WA (WhatsApp, aplikasi pengirim pesan – Red), dan telepon. Jadi soal kami menalangi itu tidak ada,” tutup Sudarma.

Untuk diketahui, Bidikmisi (Bantuan Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi) adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah Indonesia melalui Kemenristekdikti bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik.

Besaran biaya pendidikan yang diperoleh masing-masing penerima Bidikmisi adalah sejumlah enam juta rupiah per semester. Penyaluran dana dilakukan pada bulan September dan Desember untuk semester ganjil. Bulan Maret dan Juni untuk semester genap.

Kontributor: Excel Bagaskhara

Editor: Rai Sukmaning

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *