Browse By

Dr. Drs. I Gst Putu Bagus Suka Arjawa, M.Si: Membangun Candi Aksara, Menggagas Fakultas Maroon

Dr. Drs. I Gst Putu Bagus Suka Arjawa, M.Si

“Lebih enak jadi penulis daripada jadi dekan”

Demikian kata Dekan FISIP Universitas Udayana,  Dr. Drs. I Gst Putu Bagus Suka Arjawa, M.Si yang baru dilantik pada bulan Maret 2013 oleh Rektor Unud. Ia membangun candi aksara melalui buah-buah pikiran yang dituangkannya dalam ribuan tulisan. Candi aksara yang telah ia bangun kemudian memantapkan langkahnya membangun Fakultas “Maroon” bersama senior sekaligus kolega seperjuangannya, Prof. Bakta.  Sejak masa pengabdiannya sebagai dosen di Fakultas Hukum Udayana pada tahun 1994, ia turut menggagas pendirian FISIP di Udayana.

“Sangat disayangkan jika universitas terbesar di Bali, Udayana tidak memiliki FISIP,” ujarnya kepada Linimassa.

Pak Suka, demikian ia disapa, menuturkan perjuangannya bersama Prof. Bakta sebagai salah satu penggagas, hingga  mengajukan proposal untuk pendirian FISIP di bawah naungan FH Udayana. Langkah itu ternyata tidak diperbolehkan oleh universitas, FISIP harus berdiri sendiri sebagai sebuah fakultas.

Atas petunjuk itu, mereka kemudian mengajukan  proposal pendirian FISIP dengan usulan awal empat program studi: HI, Sosiologi, Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi. Tahun 2009 akhirnya FISIP lahir, meski baru dengan dua prodi, HI dan Sosiologi.

Pria kelahiran Tabanan,  8 Juli 1964 ini kerap menulis artikel di surat kabar lokal maupun nasional seperti Kompas dan Bali Post. Ia sudah menekuni kegiatan tulis menulis selama 26 tahun hingga saat ini. Ia bahkan sudah merampungkan sebuah novel tentang perpolitikan, namun sudah dua tahun ini belum juga diterbitkan.

Setelah ia menamatkan pendidikannya di Universitas Airlangga Surabaya dari  S1 hingga S3, beliau  kerap memperoleh penghargaan atas karya-karyanya dalam bidang menulis. Ia pernah menjadi juara 3 lomba menulis artikel tentang PKB (Pesta Kesenian Bali), juara 3 lomba menulis artikel tentang otonomi daerah dan masih banyak lagi. Kendati sudah melahirkan ribuan tulisan, ia justru  mengungkapkan karya terbesarnya adalah ketika ia berhasil membangun FISIP Udayana hingga seperti sekarang ini.

“Karya yang paling berharga menurut saya adalah ketika saya bisa turut andil dalam berdirinya FISIP di Universitas Udayana ini,” jawabnya dengan penuh kebanggaan.

 Sebagai seorang dekan, ia memiliki harapan-harapan demi kemajuan FISIP kedepannya. Peningkatan pada sarana-prasarana, pentingnya kerjasama antar seluruh civitas akademika FISIP Udayana diperlukan demi kemajuan FISIP.

“Mahasiswa jangan terlalu over-actinglah, berjalan sesuai dengan jalur saja, dosen juga begitu,”harapnya. (Clara Listya & Dwi Juni)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *