Browse By

Fisiphoria Olympic 2018: Awal Perjalanan Panjang Kemajuan FISIP

Grand Final Jegeg Bagus FISIP menutup manis rangkaian Fisiphoria Olympic 2018 Sabtu, 26 Mei 2018 (Ayu Indra/Linimassa)

Grand Final Jegeg Bagus FISIP menutup manis rangkaian Fisiphoria Olympic 2018 Sabtu, 26 Mei 2018 (Ayu Indra/Linimassa)

PERSLINIMASSA, Denpasar – Fisiphoria Olympic 2018 telah usai, tidak menjadi sebuah akhir melainkan menjadi proses awal perjalanan panjang FISIP untuk terus mengembangkan potensi akademik dan non akademik yang dimiliki mahasiswanya. Puncak acara Fisiphoria Olympic ini sekaligus ditutup dengan Grand Final Jegeg Bagus FISIP yang dimenangkan oleh Ari Nugraha dari Program Studi Ilmu Politik sebagai Bagus FISIP 2018 dan Julianti Arima dari Program Studi Hubungan Internasional sebagai Jegeg FISIP 2018. Pemilihan Jegeg Bagus FISIP selalu menorehkan kenangan tersendiri, riuh teriakan dan sorakan pendukung para finalis yang berasal dari 6 program studi kebanggaan FISIP bertemu dan berlomba Sabtu (26/04) lalu bertempat di Ruang Nusantara Gd. Agrokomplek Kampus Sudirman.

Ajang Fisiphoria Olympic ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan biasa, setiap insan maroon yang dipercaya mewakili prodinya begitu sungguh-sungguh dalam berlomba, terlihat dari naik turunnya peringkat yang didapat dari poin-poin perlombaan. Fisiphoria Olympic-pun memiliki misi hebat lainnya, ajang ini diciptakan untuk mencari bibit-bibit terbaik yang nantinya akan mengharumkan nama FISIP di ajang Dies Natalis Universitas Udayana.

“Kesiapan untuk Dies, kalau para pemenang yang dihasilkan dari Fisiphoria Olympic ini semuanya mau menjadi delegasi aku rasa posisi kita akan aman, tapi melihat lagi kendala di tahun lalu, beberapa orang yang menang di FO tidak mau berpartisipasi menjadi kontingen FISIP di Dies Natalis, jadi semoga untuk tahun ini akan lancar dan semoga juga mahasiswa baru FISIP nanti bisa ikut menjadi bagian dari kontingen kebanggaan FISIP” keluh Trisna, Kepala Departemen Minat Bakat BEM FISIP yang nantinya akan bertanggung jawab atas kontingen FISIP di Dies Natalis Universitas Udayana.

“Arima sebagai Jegeg FISIP 2018 membuktikan dia bisa memperbaiki kekurangannya dengan baik sekali, aku rasa dia berjuang keras untuk itu, jadi sangat layak untuk membayar perjuangannya selama ini..” tanggapan Sri Pratiwi selaku Jegeg FISIP 2017 yang juga mendapat predikat Jegeg Udayana 2017. Untuk mempertahankan predikat Jegeg Udayana yang tahun lalu diraih oleh Sri Pratiwi, Arima mengaku sedikit pesimis dengan alasan disandingkan dengan seluruh fakultas di Udayana pasti banyak yang lebih baik, “Tapi, aku akan berusaha sebisa mungkin, untuk membuktikan ke diriku sendiri kalau aku salah..” tambahnya memotivasi diri. Ungkap Arima, melalui ajang ini ia semakin percaya dengan pepatah ‘Diperlukan keberanian untuk mengarungi lautan yang tak kau kenal’ dengan berani mencoba, tidak hanya mendapatkan teman baru, tapi juga pengalaman baru yang luar biasa.

“Teruntuk seluruh panitia Fisiphoria Olympic 2018, tetap semangat ya! Kalian luar biasa! Jadikan evaluasi tahun ini untuk pembelajaran di tahun berikutnya, untuk seluruh pihak yang selalu ada berproses selama masa-masa JBF ini, tidak ada yang lain selain terimakasihku untuk semuanya yang telah bekerja keras membantu dan mendukungku, terimakasih!”

Hal menarik yang sempat terdengar ketika malam puncak Grand Fina Jegeg Bagus FISIP yang lalu ialah perumpamaan FISIP yang disebut sebagai ‘Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pageant’ karena prestasi mahasiswa dan mahasiswinya yang sangat berpotensi di ajang-ajang Pageant khususnya di Bali.

“Mahasiswa FISIP membuktikan bahwa tidak hanya penampilan yang baik, tapi dengan mendapatkan predikat Duta Bahasa, Mister Earth, atau menjadi duta Pro Bali Ambassador kita mampu seimbang antara hati, pikiran, dan penampilan..” Tegas Tiwi menyikapi fenomena ini, ajang Pageant tidak hanya identik dengan ajang kecantikan, banyak ajang-ajang serupa yang mampu menjadi pengembangan kecerdasan akademik yang didapatkan sehari-hari di dalam kelas.

“Untuk kontingen FISIP yang akan berlomba di Dies Natalis selamat berjuang, meski hanya setingkat Universitas tapi persaingannya tidak kalah ketat dengan olimpiade tingkat tinggi, kerahkan seluruh potensi, luangkan banyak waktu untuk bersiap-siap, jadikan ini sebagai skala prioritas tertinggi sementara, terima segala masukan sebagai bentuk evaluasi diri, jangan ambisius, dan tetap optimis!”  pesan Sri Pratiwi kepada seluruh kontingen FISIP yang akan memulai perjuangannya di Dies Natalis selanjutnya. Di setiap persaingan dan kompetisi akan selalu ada kemungkinan untuk kalah meskipun hanya sedikit, maka pastikan sudah mempersiapkan mental di kondisi menang maupun kalah.

Penulis : Fina Pradnyani

Editor : Jistha Prajna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *