Browse By

Gedung Baru, Harapan Baru

PERSLINIMASSA, DENPASAR – Tahun 2019 ini tepatnya pada bulan Mei mendatang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana akan genap berumur 10 tahun. Dengan usia yang semakin dewasa, para petinggi FISIP siap melakukan berbagai pembenahan dan perbaikan diberbagai aspek khususnya infrastruktur yang sangat penting bagi perkembangan keilmuan dan eksistensi FISIP di khalayak luas. Saat ini untuk menunjang proses pembelajaran dan berbagai kegiatan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini masih bertumpu dengan 3 gedung utama FISIP yaitu gedung A,B, dan C. Selain itu perkuliahan beberapa program studi di FISIP juga dilaksanakan di gedung Agrokomplek lantai 4, Kampus Unud Sudirman.

Kendati gedung A,B dan C masih cukup kokoh untuk menopang segala kegiatan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik tetapi beberapa sarana dan prasarana memang membutuhkan perbaikan segera. Di tahun ini, perencanaan perbaikan infrastruktur dimulai dari isu pembongkaran gedung B dan C, pembangunan ulang untuk kedua gedung tersebut. Pembongkaran dan pembangunan ini rencananya akan dimulai dari bulan April tetapi kemudian di undur menjadi awal Mei.

“Sebagai mahasiswa FISIP, saya sangat menyambut baik adanya rencana ini, karena seperti yang kita ketahui, jumlah mahasiswa FISIP sudah mulai meningkat tiap tahunnya, jadi saya kira perlu adanya pembangunan gedung ini sebagai fasilitas baru yang akan menunjang perkuliahan mahasiswa FISIP kedepannya..” Ungkap Yuli Yuniari, mahasiswa program studi Administrasi Negara angkatan 2018 yang juga pada beberapa mata kuliahnya bertempat di gedung C. Dari sambutan baik itu timbul juga berbagai keresahan mahasiswa, dimana kita akan belajar?

“Mengenai kepindahan saya kira mahasiswa tidak perlu resah dengan hal tersebut karena pembangunan ini kan diperuntukkan sebagai fasilitas baru dan hal ini juga untuk kebaikan kita bersama guna membangun iklim yang kondusif bagi perkuliahan FISIP kedepannya,” Ungkap Dra. Nazrina Zuryani, MA., Ph.D selaku Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unud yang sangat mengerti dengan permasalahan yang akan dihadapi oleh para mahasiswa FISIP.

“Pihak dekanat juga telah berusaha meminjam beberapa gedung di sekitar Kampus Unud Sudirman untuk menunjang perkuliahan mahasiswa FISIP selama pembangunan berlangsung, jadi tidak perlu cemas..” Sambung wanita yang akrab disapa Ibu Inez ini.

Saat membicarakan perihal bagaimana konsep gedung yang akan dibangun oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik wanita itu berkelit. Ia mengatakan bahwa masterplan-nya berada pada Wakil Dekan II selaku pembantu Dekan Bidang Keuangan dan Umum yang saat itu memang sedang tidak bisa ditemui oleh Tim Linimassa. “Secara garis besar saya hanya mengetahui bahwa nantinya gedung itu akan dibangun 4 lantai, dengan 13 ruang kelas dan tentunya lengkap dengan berbagai sarana prasarana penunjang lainnya..” Ungkapnya terkait konsep pembangunan dari gedung yang akan segera menghiasi wajah FISIP.

“Saya sangat senang dengan adanya rencana ini karena bisa kita lihat sendiri bahwa sangat miris melihat ruang sekertariat BEM yang luasnya hanya mampu menampung maksimal 10 orang saja dan pada ruangan itupun juga sudah terisi banyak barang yang cukup memadati hingga kapasitas ruangan itu menjadi lebih sempit, jadi saya sangat menunggu terealisaikannya pembangunan gedung baru dan segala perbaikannya, terutama untuk pengadaan kamar mandinya dan saya harap ini juga tidak hanya sekedar janji-janji saja..” Harapan Ni Putu Mirna Sari, salah satu anggota baru dalam kepengurusan BEM FISIP.

Dari pembangunan suatu gedung berbagai harapan memang selalu menyertai setiap rencana yang akan direalisasikan. Tentunya selain dari pembenahan infrastruktur dan perbaikan dari sarana prasarana, pembangunan gedung ini juga diharapkan dapat membantu peningkatan eksistensi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana dikalangan masyarakat umum.

“Harapan besar saya adalah adanya peningkatan jumlah mahasiswa dan eksistensi FISIP serta peningkatan akreditasi FISIP jika nantinya gedung ini telah selesai dibangun dengan segala sarana dan prasarananya..” Tutup Ibu Inez dengan senyum yang kemudian merekah dari wajahnya.

Pada kenyataanya setiap rencana baru adalah wujud dari harapan baru. Berbagai persoalan seperti kamar mandi yang airnya mati, ruang kelas yang panas dan sempit, serta jumlah sarana penunjang seperti proyektor yang masih menjadi barang rebutan ketika mau menggunakannya, juga diharapkan dapat diselesaikan dengan adanya pembangunan gedung baru ini. Hal ini semata-mata agar mahasiswa sebagai jantung keberadaan kampus, tidak hanya merasa dibebankan untuk membayar saja tetapi fasilitasnya masih jauh dari kata memadai.

Tugas mahasiswa sebagai mitra kritik kampus ialah untuk terus mengingatkan bahwa kualitas kampus menjadi hal yang lebih penting dari kuantitas saja. Apalagi untuk institusi pendidikan tinggi, menjadi penting untuk menyeimbangkan antara kualitas dan kuantitasnya. FISIP bisa meluluskan banyak mahasiswa setiap tahunnya, tapi tentu tidak ingin mahasiswa lulusan FISIP kita tercinta hanya menjadi wakil rakyat yang mencomot blogspot untuk dijadikan Rancangan Undang-Undang kan? Kualitas sumber daya hari ini, tentu akan menjadi penentu di masa depan. (rst/vik)

Penulis : Eki Rastiti, Ratih Vikana

Editor : Fina Pradnyani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *