Browse By

Happy Salma: Seni adalah Hidup

Happy Salma (dok. / linimassa)

Aktris cantik Happy Salma (33) kini mencoba kepiawaiannya untuk menjadi seorang sutradara. Terbukti, film omnibus ‘Rectoverso’ garapannya bersama 4 sutradara lainnya Marcella Zalianty, Rachel Maryam, Cathy Sharon dan Olga Lydia  berhasil dipilih untuk diputar di Festival Film Cannes dalam European Premiere di seksi Antipoedes, Cannes Cinephile 2013.

Berikut adalah petikan wawancara Linimassa dengan pemeran monolog Inggit saat ditemui di Bentara Budaya Bali usai mengisi Workshop Film: Seni Peran dan Penulisan Naskah/Skenario (31/7).

Apa yang menyebabkan Mbak Happy tertarik menjadi sutradara?

Ketertarikan ini nggak datang secara tiba-tiba, seperti ketika baru bangun tidur ada pikiran “Saya harus jadi sutradara”. Tidak, ketertarikan saya ini datang karena saya sudah menyukai seni dan sastra sejak saya kecil dan melalui proses kematangan saya berkarya di dunia akting sebelumnya.

Apa kesibukan Mbak Happy saat ini?

Saat ini saya sedang ada persiapan pementasan teater judulnya “Pulung Drupadi”. Pementasannya sendiri akan ada di Jakarta tanggal 11 dan 12 Oktober 2013. Selain itu, juga sedang sibuk sebagai sutradara dalam penggarapan film pendek Kamis ke-300 yang naskahnya ditulis oleh Putu Wijaya.

Kamis ke-300, rasanya menarik.

Kamis ke-300 berawal dari cerpen saya berjudul Kamis ke200 yang pernah dimuat di harian Seputar Indonesia.  Kamis ke-300 mengangkat tentang acara kamisan yang dilakukan oleh orang-orang berpakaian dan berpayung hitam di depan Istana Presiden sejak 6 tahun lalu. Mereka adalah keluarga yang menuntut dikembalikan keluarganya yang hilang entah kemana akibat kasus pelanggaran HAM .

Bisa diceritakan tentang penggarapan film pendek Kamis ke-300?

Penggarapannya sudah dari bulan Mei, saat ini sedang dalam proses post-production.  Inspirasi saya untuk membuat film ini karena saya ingin memberikan penghargaan untuk para pejuang HAM di tanah air dengan media yang memang saya pahami, sekaligus saya juga memahami jadi sutradara itu sendiri. Semoga akhir tahun ini sudah bisa selesai. Film ini rencananya akan kami putar secara gerilya di kampus-kampus di berbagai kota dan festival-festival film di seluruh dunia.

Apa yang Mbak dapatkan dari proses produksi film Kamis ke300?

Kolaborasi itu hal yang sangat menarik. Ketika kita bekerja dengan satu tujuan itu menyenangkan sekali. Ego harus dikurangi, kesabaran harus ditambah. Namun, dalam produksi ini saya didukung oleh pemain sampai kru yang sudah sangat berpengalaman dalam produksi film. Kami terlibat secara sukarela dan tergabung dalam satu semangat. Ini adalah proses kreatif yang menyenangkan bagi saya.

Apa harapan dari film garapan ke-2 mbak ini?

Harapan saya untuk saat ini sih selesai dulu proses post-pronya, setelah itu bisa ditonton sebanyak-banyaknya orang dan bisa memberikan perubahan. Setidaknya perubahan pada pola pikir orang dalam hal bagaimana memandang pelanggaran hak asasi manusia yang ada di Indonesia.

Mbak adalah salah satu tokoh yang menginspirasi dalam dunia seni.

Untuk bisa sukses dalam berkarya itu harus setia!

Apa pesan mbak Happy bagi seniman-seniman muda di Indonesia?

Semua orang pasti sempat mengalami masa-masa galau coba ini itu. Namun pada akhirnya kita akan menemui apa yang kita suka. Apabila kita sudah menyukai sesuatu, jangan pernah berhenti dan dianggap sampingan. Karena orang sukses adalah orang yang mampu setia dalam bidangnya. Begitu juga saya, karena bagi saya seni adalah hidup. (Rani Puspita)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *