Browse By

I Ketut Sudarmada: Membantu Sesama dengan Menjual ‘Kaki’

I Ketut Sudarmada pembuat kaki palsu dari Desa Sanda, Pupuan, Tabanan. (Dok. Febiano R/Ilmu Komunikasi 2014

Kehilangan betis kanan dalam kecelakaan lalu lintas, tidak membuat I Ketut Sudarmada (52) asal Desa Sanda, Kecamatan Pupuan, Bali, kehilangan semangat untuk menjalani hidupnya. Pria yang akrab disapa ‘Pak Ketut’ ini kehilangan betis kanannya saat hari libur kuliahnya ketika ia sedang mengenyam pendidikan di Fakultas Pertanian, dan Fakultas Hukum Universitas Udayana pada tahun 1984. Setahun berikutnya pada tahun 1985, ia memperoleh kaki palsu di Solo seharga Rp. 450.000. Namun ia merasakan sakit pada kakinya saat memakai kaki palsu tersebut, awalnya ia mempercayai bahwa nanti akan terbiasa, tetapi semakin lama ia merasakan sakitnya bertambah parah.

I Ketut Sudarmada kemudian memperhatikan tulang betisnya bergeser, lalu ia terpikirkan untuk membuat kaki palsu dengan peralatan seadanya. Dengan pengetahuan fisika yang diingatnya di bangku sekolah, ia menyadari bahwa dalam pembuatan kaki palsu harus memperhatikan titik tumpu dari kaki yang telah diamputasi, sehingga dapat dibuat kaki palsu yang nyaman digunakan. Setelahnya, I Ketut Sudarmada sering diundang dalam acara-acara televisi sehingga banyak orang dengan keluhan yang sama menelepon I Ketut Sudarmada untuk dibuatkan kaki palsu yang nyaman.

“Saya membuatnya sederhana saja, dengan alat-alat yang sederhana, dan bahan yang sederhana seperti ‘drim’(tong besar berbahan besi tipis)“ terang I Ketut Sudarmada saat ditemui di kediamannya di Desa Sanda,Pupuan,Bali.

Dahulu sekitar tiga belas tahun yang lalu ia membuatkan kaki palsu untuk pasiennya langsung di rumah pasiennya karena membuat kaki palsu baginya tidak dapat dengan cara yang instan, namun harus memperhatikan titik tumpu kaki masing-masing pasiennya. Bahkan I Ketut Sudarmada pernah membuatkan kaki palsu untuk pasiennya yang berasal dari Banyuwangi, Gilimanuk, Karangasem.

“Saya tak ingin orang cacat dianggap hanya sebagai beban, saya ingin memperlihatkan bagaimana dengan kaki palsu saya dapat mengendarai motor, mobil mengendarai apapun saya bisa” Terang I Ketut Sudarmada.

Saat ini I Ketut Sudarmada membuat kaki palsu di Singaraja, namun dalam waktu dekat ia akan kembali ke Desa Sanda, Pupuan untuk membuat kaki palsu. I Ketut Sudarmada tidak pernah mempatok biaya pasti untuk setiap kaki palsu yang dibuatnya. Namun biasanya pasiennya membayar dengan Rp. 5.000.000 untuk satu kaki palsu, namun terkadang ia mendapatkan pasien yang kurang mampu, dibayar hanya Rp. 750.000 pun ia terima.

Dalam membuat kaki palsu, I Ketut Sudarmada dibantu oleh anak bungsunya Pande Benny Aryadi (28).

“Bapak itu orangnya aktif, tidak bisa diam, ramah, memiliki semangat yang tinggi. Bapak itu orangnya ingin selalu kerja dengan cepat. Semangat Bapak bisa dibilang 200% dari kita yang normal” terang Pande Benny Aryadi.

Salah satu pasien I Ketut Sudarmada yang kini telah menggunakan kaki palsu buatannya adalah Putu Astawa (43) yang saat ini telah bekerja di Penyosohan Beras.

“Banyak sekali perbedaan yang saya rasakan, kalau dulu saya harus memakai tongkat sehingga saya tidak bisa bekerja sama sekali, setelah memiliki kaki palsu saya dapat melakukan pekerjaan apapun yang saya inginkan” terang Putu Astawa. (Ajung Suryadipta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *