Browse By

PELOPOR KAMU DIMINTA MENGHADAP, REKTOR UNUD MULAI DEFENSIF?

30091
Denpasar, Pers Linimassa– Wakil Dekan III Fakultas Teknik melayangkan Surat Panggilan kepada Shalahuddin Ali Basyah, mahasiswa Teknik Sipil sekaligus merupakan Pelopor Kolektif Komunitas Aspirasi Mahasiswa Udayana pada tanggal 8 Juni 2020. Surat tersebut merupakan tindak lanjut pelaksanaan verifikasi dan validasi data mahasiswa penerima Bidik Misi.

“Surat dari WR III, saya forward ke yang bersangkutan. Untuk masalah ini silahkan hubungi pihak Rektorat ya”, kata WD III FT Unud, Ir. I Nyoman Budiastra,M.Kes.,MT, via chat WA (8/6)

Menurut Wakil Rektor III Unud, Prof. Dr. Ir. I Made Sudarma, M.S, surat panggilan tersebut ditujukan hanya untuk memverifikasi data mahasiswa penerima Bidik Misi. Dan tidak ada kaitannya dengan keterlibatan Shalahuddin Ali dalam audiensi ataupun aksi mahasiswa pekan lalu.

“Iya masalah verifikasi, tidak ada kaitannya dengan aksi atau audiensi, tetapi kalau benar dia anak orang kaya nanti kita disalahkan oleh BPK seperti tahun lalu”, ujar WR III Unud via chat WA (8/6)

Menurut Ali, pasca audiensi ia sudah bertemu dengan pihak fakultas perihal keluarganya yang disebut kaya namun ia tercatat sebagai mahasiswa Bidik Misi.

“Dulu Bapak saya sempat kuliah di Luar Negeri, namun beliau meninggal setelah pulang ke Indonesia. Bapak saya sudah lama meninggal. Tetapi, beberapa pihak tidak percaya perihal Bapak saya yang sudah almarhum”, ucap Ali via telfon WA (8/6)

Presma BEM PM Unud, Satya Ranasika, mengatakan kemungkinan besar memang ada kecurigaan dari Rektorat. Tetapi, faktanya memang Bapak Ali sudah meninggal.

“Sudah dijawab kepada Kepala Biro Kemahasiswaan bahwa memang benar Bapak Ali sudah meninggal. Ali bisa menghubungi Kementerian Adkesma untuk dibantu perihal ini”, kata Presma BEM PM via WA (8/6)

Sangat tidak wajar ketika mahasiswa secara personal diverifikasi oleh pihak Rektorat terkait data Bidik Misinya. Pasalnya, verifikasi dan validasi data mahasiswa Bidik Misi akan dilakukan secara berkala per semester secara kolektif bukan personal.

“Biasanya dikasi surat melalui grup Bidik Misi fakultas”, ujar Putra Baskara, Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, via chat WA (8/6)

Dan juga, Bapak Ali sudah lama meninggal. Mengapa setelah satu tahun baru diverifikasi datanya. Jika demikian, sistem filterisasi mahasiswa yang layak untuk mendapatkan Bidik Misi di Unud sangatlah buruk. Ada kemungkinan, bentuk surat panggilan ini adalah sikap defensif Rektor kepada Ali sebagai Ketua KAMU dan juga kapasitas Ali yang menjadi sorotan atas tuntutan-tuntutan KAMU lakukan di media sosial. Bukan semata-mata untuk crosscheck data. (AM)

Penulis: Ufiya Amirah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *