Browse By

Lost in Jakarta

Oleh: Erysa Ayu Fadhilah

Oleh: Erysa Ayu Fadhilah

8 april 2017,

Liburan singkat kemarin sangat terasa berbeda dari liburanku yang sebelumnya.  Sudah lama aku dan mama merencanakan untuk berlibur bersama. Dan pada akhirnya kami memutuskan untuk pergi berlibur ke Kota Jakarta. Mama dan aku yang super sibuk akhirnya bisa bersama-sama meluangkan waktu di liburan singkat kemarin. Menjelang awal bulan April tepat pada tanggal 8 akhirnya waktu yang aku nantikan bersama mama datang.

“Dilaaa (panggilan rumah) , cepat susun pakaianmu ke dalam koper sekarang…” mama

“Ok Maa, siap!!..” sautku dengan semangat

8 april tepat waktu menunjukkan 07.30  kami berdua bergegas menuju Bandara Ngurah Rai Denpasar, 2 jam mengudara membuat perutku merasa tidak nyaman. Pesawat yang aku tumpangi mengalami sedikit kendala seperti menghantam awan, cuaca yang kurang baik juga membuat beberapa kali pesawat kami mengalami goncangan. Tetapi semua kendala yang kami alami terbayarkan seketika saat kami tiba di Jakarta dengan selamat.

Terlihat dari kejauhan mobil putih dengan plat nomor B 4881 L datang menghampiri kami berdua. Saat di perjalanan sambil melihat-lihat sekitaran Kota Jakarta. Aku terdiam merenung melihat banyaknya aktivitas yang terjadi di ibukota. Sesampainya di rumah saudaraku, aku dan mama disambut hangat dan langsung dijamu oleh makanan yang sudah di sediakan di meja makan. Seusai menikmati makan siang, kami langsung ditujukan ke kamar tempat kami untuk beristirahat dan bersantai melepas lelah. Tak terasa aku tertidur hingga 2 jam di kasur. Tepat pukul 18.00 WIB kami diajak hadir untuk  menonton parade fashion show busana muslim yang di gelar tepat di Jakarta Convention Center.  Sebelum parade dimulai, kami menyempatkan untuk mengelilingi stand-stand baju dari beberapa butik ternama di Indonesia. Tak terasa waktu cepat berlalu, akhirnya yang dinantikan tiba. Saat acara dimulai, kami melihat banyaknya model cantik yang berlenggak-lenggok gemulai memperagakan busana unik dan fashionable yang tentunya busana tersebut dirancang langsung oleh perancang busana terkenal di Indonesia. Penutupan parade busana di malam itu berakhir meriah dengan penampilan dari salah satu diva Indonesia di atas panggung dan juga diakhiri dengan pemberian bucket bunga kepada desainer yang sudah memamerkan busananya di atas panggung tadi.

Keesokan harinya, pada pukul 10.00 pagi tujuan awal kami berencana untuk berwisata ke Monas (Monumen Nasional) yang menjadi salah satu aset hiburan warga jakarta. Lamanya perjalanan membuat aku tertidur pulas di mobil. Sesampainya di tujuan, aku tercengang melihat tingginya Monas yang berdiri kokoh dan megah dengan pucuk emas diatasnya. Setelah masuk kedalam monas dan naik keatas monumennya, sungguh  indah terlihat pemandangan kota Jakarta dengan kepadatan aktivitasnya dan gedung-gedung tinggi yang menjulang di tengah pusat ibu kota Jakarta yang luar biasa. Akhirnya waktu azan siang membuat kami terpanggil untuk bersembahyang dan menghentikan perjalanan kami di monas siang itu.

Tujuan selanjutnya yakni  ke kota tua. Tak jauh dari monas, destinasi selanjutnya di tempuh hanya sekitar 15 menit dengan menggunakan mobil. Sampai di kota tua kami disambut oleh bangunan-bangunan lama yang sangat indah dan menawan yang membuat mata tiap orang terkesima dan ingin sesegera mungkin mengabadikan banyak moment yang ada disana. Saking asiknya menyusuri suasana kota tua di sore itu, aku akhirnya terpisah dengan sanak saudara di padatnya keramaian kota tua. Dengan kondisi batre HP yang sudah lowbatt, menambah kepanikan di dalam diriku. Kepanikan mulai terasa saat aku masih belum juga bertemu dengan orang yang aku kenal disana. Seperti orang yang kehilangan arah dan kebingungan, dari jarak dekat ada seorang ibu-ibu menghampiriku dan bertanya menawarkan bantuan kepadaku. Awalnya aku ragu, tetapi perlahan keraguanku hilang saat ia mulai dengan baik menawarkanku untuk menelepon saudaraku lewat telepon genggam yang ia miliki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *