Browse By

Merayakan Pemilu Raya, Mengawal Pesta Demokrasi Mahasiswa

PERSLINIMASSA, DENPASAR – Riuh ramai mahasiswa aktif FISIP berbondong-bondong menuju tempat pemungutan suara Kamis (15/10) kemarin, dengan berbekal pilihan mantap yang didapatkan dari proses kampanye para calon. Bentuk antusiasme partisipasi ini ditunjukkan dengan bukti tinta di jari, menggantungkan harapan penuh pada calon yang diyakini mampu, dan akhirnya dicoblos, masuk ke dalam bilik suara.

Hari ini telah terbentuk sejarah baru di Fakultas maroon kita tercinta, dan sebagai bentuk kontribusinya, seluruh mahasiswa FISIP menjelma menjadi pengawal yang harus selalu siap memberikan kritik serta saran yang membangun, untuk keberlangsungan dinamika atmosfer demokrasi ini tetap berada pada jalur yang tepat.

“Harus jadi pemilih yang rasional,” semangat Dra. Nazrina Zuryani, MA., Ph.D selaku Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unud saat ditemui tim Linimassa, Kamis (15/12).

Melalui proses rekapitulasi penghitungan suara dengan total Daftar 1.342 Pemilih Tetap (DPT) yang terdiri dari mahasiswa angkatan 2015 sampai 2018, jumlah suara yang masuk mencapai angka 658 suara, dengan persentase angka pemilih yang golput mencapai setengah dari jumlah DPT. Dengan hasil perolehan 281 suara, pasangan calon nomor urut 1, Putu Fhanny dan Dewa Ketut Dharmayasa unggul, dan terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FISIP Unud Periode 2019/2020.

Potret kemenangan Putu Fhanny dan Dewa Ketut Dharmayasa resmi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FISIP periode 2019/2020 terpilih. (Dok. Linimassa)

Potret kemenangan Putu Fhanny dan Dewa Ketut Dharmayasa resmi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FISIP periode 2019/2020 terpilih. (Dok. Linimassa)

“Tipe kepemimpinan yang penting tidak hanya yang demokratif, tapi juga harus transformasional. Di masa depan tidak hanya sekedar menjalankan proker, tapi juga merancang target jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang, capaian apa yang harus di raih, semua harus diperhitungkan..” pesan Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan ini kepada pemimpin terpilih yang akan melaksanakan kewajibannya kelak satu tahun ke depan. Beliau pun menegaskan akan terus memberikan pembinaan dan bahkan menawarkan diri untuk duduk bersama merancang cetak biru target capaian yang harus diraih ke depan, “Bahkan kalau harus berhari-hari menyusunnya, saya siap, saya mau ikut membantu mahasiswa..” antusiasnya.

“Kalau diibaratkan FISIP seperti anak kecil usia 9 tahun, kementahan sikap berorganisasi harus dibarengi dengan komunikasi yang kuat antar generasi, pembinaan secara terus-menerus, ya kita harus akselerasi, melakukan percepatan dalam segala lini. Mutu harus ditingkatkan dengan amunisi yang kuat..” Menggambarkan bagaimana FISIP yang terbilang masih sangat muda namun terus berupaya mengejar ketertinggalan.

Tanpa dipungkiri permasalahan dan kendala kendati tak bisa dielakkan begitu saja, hal-hal tak terduga harus diantisipasi dengan bijaksana. Apabila benar-benar dirasa akan mengganggu sistem secara luas, harus disusun ulang kembali, ditindak lanjuti dengan tegas. “Pimpinan harus tegas, sanksi-sanksi harus berani dikeluarkan..” tambah sosok Dekanat yang kerap disapa Ibu Inez ini dengan nada penekanan.

Penekanan-penekanan juga dilakukan sebagai respon yang baik dari setiap kritik dan saran yang diberikan kepada pihak-pihak penyelenggara Pemira, Dian Berdianti selaku Penanggung Jawab KPRM FISIP 2018 turut buka suara, “Terimakasih banyak atas segala bentuk apresiasi yang diberikan, kami sangat menerima masukan, kritik, dalam bentuk apapun. Kami juga memohon maaf apabila kinerja kami yang kurang pada tahun ini, semua ini merupakan bentuk kerja keras yang sudah kami lakukan maksimal. Kami tidak pernah bermaksud menyakiti hati siapapun, dan pihak manapun. Cukup sampai di sini, tidak ada lagi yang tersakiti. Kita saling memaafkan dan mendukung untuk ke depannya,”.

Dalam wawancara Tim Linimassa dengan Gubernur BEM FISIP Kabinet Sahwahita, Kamis (15/11),  Verry Variady turut mengungkapkan apresiasinya pada setiap calon Gubernur dan Wakil Gubernur FISIP untuk satu periode ke depan, “Saya salut dengan semua calon karena mereka mampu memandang apa saja yang perlu ditingkatkan kembali dari program kerja sebelumnya..” Dengan kontribusi dan dedikasi tinggi, diharapkan mampu mendongkrak dan membuka lebih lebar lagi sayap FISIP Udayana tercinta.

“Harapan saya, semoga bisa memperbaiki kekurangan di tahun kepengurusan saya, dan dapat merealisasikan kepercayaan dan program yang akan berjalan di kepengurusan mereka nanti..” harap Verry. Suara harapan juga tercurahkan dari Windy Pramadita selaku Ketua Panitia KPRM FISIP 2018, “Ya, sebagai pemimpin FISIP kelak, siapapun yang terpilih jangan hanya membawa wacana, tunjukkanlah prestasi..” Harapan-harapan serupa tentunya juga diharapkan oleh seluruh insan maroon kepada sosok pemimpin-pemimpinnya. Semoga harapan ini tentunya tidak menjadi beban, tetapi mampu dilihat sebagai bentuk dorongan motivasi.

Bentuk apresiasi sebesar-besarnya juga diberikan oleh Ibu Inez kepada seluruh pihak yang menjadi pendukung Pemilu Raya FISIP 2018, “KPRM-nya sudah kerja keras, sudah terus melakukan koordinasi, sistematis dan sistemik, kepada pemimpinnya nanti yang terpilih, kemampuan berorganisasi boleh menggebu-gebu tapi ingat nomor satu adalah bagaimana menyeimbangkan kompetensi sosial dan kompetensi akademik, prestasi harus ditunjukkan untuk mengisi celah-celah pemahaman jati diri mahasiswa FISIP, Selamat!”

Sebuah pesta sudah semestinya dirayakan dengan suka cita, pesta mahasiswa, pesta rakyat, pesta demokrasi. Hari ini merayakan puncak pesta dengan seksama, hari ini merayakan pesta demokrasi mahasiswa FISIP yang berdaulat! (fip)

Penulis : Fina Pradnyani

Editor : Saffira Nusa Dewi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *