Browse By

No Thumbnail

Keberhasilan “Wonderful Indonesia – A Visual Journey” di Mata Korea Selatan

Oleh: Ivo Pradani Mulai tahun 2011, Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Pariwisata telah mulai menggencarkan logo “Pesona Indonesia”. Logo tersebut digunakan untuk membangkitkan citra pariwisata Indonesia di benak masyarakat Indonesia sendiri. Pemerintah mengambil berbagai macam cara dalam menyebarkan logo tersebut, seperti menggunakan jasa broadcast di televisi,

(pict by:  Photos by Dennis Van Tine / AP and Paul Sancya / AP)

Implementasi Ideologi dalam Kontestasi Politik Amerika Serikat

Oleh: Muhammad Ainul Pemilihan umum pada suatu negara dengan sistem pemerintahan demokrasi, merupakan hal yang sangat krusial. Terselenggaranya pemilu, merupakan salah satu bukti tersalurkannya aspirasi setiap masyarakat. Kita telah mengetahui, jika dalam suatu negara demokrasi, kekuasaan atau kedaulatan tertinggi terletak di tangan rakyat. Salah satu

Redaktur Pers Desa Pejeng, Dewa Putu Suamba tengah membuka web Desa Pejeng dan menunjukkan berita yang telah diunggah bertempat di Desa Pejeng, Tampaksiring, Gianyar, Bali, Selasa (09/05/17) (Santika)

Bangun Transparansi Melalui Pers Desa

Bergulirnya era reformasi membawa angin segar bagi pers di Indonesia. Pers saat ini tidak hanya ada dikalangan publik seperti di televisi, di media cetak ataupun pers mahasiswa. Namun belakangan muncul pers desa yang membawa warna baru bagi dunia pers di Indonesia khususnya Bali yang pertama

Pemukulan gong oleh rektor III menandakan dibukanya acara 100  kinerja PM Universitas Udayana di Aula Student Center lt.4 Universitas Udayana (20/05)

100 Hari Program Kerja untuk Pemerintahan yang Lebih Transparatif

Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Udayana menggelar 100 hari kerja PM Universitas Udayana di Aula Student Center Lt. 4 Universitas Udayana pada Sabtu, 20 Mei 2017. Adapun tema yang diangkat yaitu Kinerja Pemerintahan Mahasiswa Universitas Udayana yang Transparatif, Aspiratif, Kontributif. Acara kali ini dibuka dengan

sharing session with net

Net. Bali Ajak Mahasiswa Kenali Dunia Pertelevisian Lebih Dalam

Dalam rangka menyambut ulang tahun yang ke-2, Net. Biro Bali menggelar “Sharing Session With Net. Bali” bekerjasama dengan Program Studi Ilmu Komunikasi dan Medikom Universtas Udayana pada hari Rabu (17/05/2017) bertempat di Ruang Nusantara Agro Kompleks Kampus Unud Sudirman. Selain dihadiri oleh pihak penyelenggara, acara

ilustrasi: http://www.kompasiana.com/kamikalakkaro/tembut-tembut-seberaya_54f78054a3331127738b459e

Tembut-Tembut Seberaya : Pahatan Kayu Pemanggil Hujan

Tembut-Tembut Seberaya merupakan boneka kayu yang berasal dari Desa Seberaya, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Tembut-tembut dipahat menyerupai gundala atau orang-orangan yang digunakan petani untuk mengusir hama di ladang. Tembut-tembut dibuat pertama kali oleh seorang pemahat ternama pada tahun 1910-an bernama Pire yang bermarga Sembiring Depari.

logo linimassa

Pernyataan Sikap Terhadap Penahanan Reporter LPM BOM ITM

Lembaga pers mahasiswa merupakan lembaga yang dibentuk oleh mahasiswa dalam suatu kampus untuk menjalankan tugas-tugas jurnalistik serta menjadi media alternatif bagi masyarakat luas, ditengah pemberitaan oleh media pers pada umumnya. Keberadaannya dijamin oleh kampus dan Undang-Undang Republik Indonesia. Jika terjadi tindakan represif dan atau intimidasi

Penyerahan hadiah kepada timYapendra sebagai juara dua lomba musikalisasi puisi yang diselenggarakan di Ruang Nusantara, Gedung Agrokompeks, Universitas Udayana pada Minggu (14/5). (Shelviani Candra)

Hardiknas 2017: Fasilitas Berkarya bagi Generasi Muda

Memperingati Hari Pendidikan Nasional, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana menyelenggarakan rangkaian acara bertajuk Hardiknas 2017. Acara tahunan ini mengangkat tema “Optimalisasi Bonus Demografi untuk Membentuk Generasi Muda yang Kreatif dan Inovatif”. “Jadi tema kami sudah beberapa kali revisi. Awalnya

foto profil gde aryantha

Dari Basa-Basi Hingga Bolak Balik

“Bali kaya sekali akan konflik. Mulai dari konflik adat istiadat, tradisi, tentang kasta, godaan investasi, dan konflik modern,” tutur penulis buku-buku esay tentang Bali, Gde Aryantha Soethama. Tidak hanya konflik investasi. Menurut Aryantha, Bali itu banyak konflik. “Orang Bali kuat konflik. Saya sebagai masyarakat Bali

berita kisah

Menyepikan Laut, Memerdeka-kan Tradisi

“Lakukan saja. Selama ini, saya percaya dengan adanya tradisi (Nyepi Segara-red) niki, maka rezeki tidak akan lepas…” tuturnya tulus sembari menyunggingkan senyum di bibir dengan mata menyipit melengkung sempurna. Butiran keringat mengalir di wajah  petani rumput laut yang mulai menua. Sesaat kemudian si petani rumput