Browse By

REKTOR UNUD INGKAR JANJI, MAHASISWA AKHIRNYA AKSI

Dokumentasi Aksi

Denpasar, Pers Linimassa-Pada hari Kamis, 28 Mei 2020, mahasiswa Unud melakukan aksi. Dalam press release Mahasiswa Universitas Udayana yang bisa diakses di http://bit.ly/UdayanaMelawan dijelaskan bahwa aksi dilatarbelakangi oleh keresahan bersama atas realisasi kebijakan Rektor Unud yang tidak sesuai kebijakan yang dijanjikan. Untuk menghindari kerumunan agar sesuai protokol kesehatan pencegahan persebaran Covid19, aksi dilakukan di tiga titik, di depan McD Jl. Raya Universitas Udayana, pintu masuk kawasan Rektorat Unud, dan di belakang gedung Rektorat Universitas Udayana.

Pertama, sesuai hasil Rapat Pimpinan per 6 April 2020 yang diinformasikan melalui kanal DPM PM Unud disebutkan bahwa akan diadakan Posko bantuan di masing-masing fakultas. Dikarenakan tidak direalisasikannya janji kebijakan tersebut oleh Rektor, beberapa dosen dan mahasiswa melakukan sumbangan secara personal untuk memberikan bantuan logistik kepada mahasiswa rantau.

“BEM FH Unud melakukan gerakan solidaritas untuk membantu mahasiswa rantau, dikarenakan pihak Rektorat hanya membantu mahasiswa UKT 1 saja, sisanya siapa yang membantu.? Melalui gerakan ini, saya berharap Rektor Unud bisa tergerak hatinya untuk mengakomodir kebutuhan mahasiswa yang sedang kesusahan” ujar Ketua BEM FH Unud, Gerry Gunawan, kepada Jurnalis Pers Linimassa via telfon WA (28/5).

Kedua, bantuan pulsa maksimum 50 GB secara bertahap sesuai jumlah SKS selama 3 bulan, namun sampai saat ini, aktivasi kuota hanya di bulan April saja, sehingga mahasiswa secara personal harus menutupi kebutuhan kuota selama kuliah daring.

“Walaupun bisa dikatakan Rektor Unud tidak berbohong karena sudah memberikan kuota secara gratis bagi mahasiswa, tetap saja aktivasi kuota tidak sesuai dengan yang dijanjikan” kata Muhammad Furqon, mahasiswa FISIP, dalam wawancara via WA (28/5).

Ketiga, sesuai notulensi audiensi BEM PM dengan WR II Unud pada tanggal 18 April 2020, mahasiswa akan diberikan BLT sebesar Rp 500.000,- dan yang direalisasikan hanya sebesar Rp 200.000.

“Pak WR II memang seringkali inkonsisten perihal apa yang disampaikan kepada mahasiswa. Akhirnya, diluruskan sama Pak WR I dan Bu Rektor. Jadi menurutku, terkait BLT Rp 500.000 itu masih opini WR II bukan keputusan bersama di jajaran Rektor” tutur Arif Rozik, Menteri Adkesma dan Kebijakan Kampus BEM PM Unud.

Koordinator lapangan (Korlap) aksi, Shalahuddin Ali Basyah, mahasiswa FT Unud, menilai Rektor Unud tidak konsisten dengan janji-janjinya.

“Kita sudah pernah mengajukan surat audiensi, tetapi ditolak lantaran kita bukan BEM PM atau DPM PM. Kita juga kecewa terhadap Rektor yang ingkar terhadap janjinya. Makanya, kita melakukan aksi ini supaya bisa audiensi langsung bukan melalui PM dengan Rektor” ucap Ali kepada Pers Linimassa (28/5).

Pasca aksi, Pers Linimassa sudah mencoba menghubungi jajaran Rektor untuk meminta respon terkait aksi mahasiswa tersebut, namun sampai saat ini belum ada tanggapan dari mereka. (AM)

Penulis: Ufiya Amirah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *