Browse By

Ripper Clown Bermusik Untuk Kebebasan Jiwa

Ripper Clown, dari kiri ke kanan Komar, Gungde, Rahde, dan Mangde. (foto: facebook.com/ Ripper Clownster)

Kali ini Linimassa akan membahas salah satu band cadas Bali yang bergerak di jalur indie label, Ripper Clown. Band yang mengguncang panggung musik underground di Bali sejak zaman tak enak (1998) ini mengeksplorasi genre rock secara lebih luas. “Kami tidak pernah mematok aliran, basiknya tetap rock,” ujar Mangde, sang penabuh drum (7/7).

Para kolaborator Ripper Clown terdiri dari Mangde (drum), Rahde (vocal), Gungde (bass) dan Komar (gitar). Mereka telah menelurkan 4 album diantaranya Voiceless, Subtitle, Reinkarnasi Jiwa dan yang terbaru Vice Versa. Mereka mengaku motivasi dalam bermusik tidak untuk menjadi populer. “Untuk saat ini motivasi kami bermusik lebih untuk kekeluargaan,” sambung Mangde.

Tema-tema yang diangkat dalam lirik lagu mereka lebih pada fenomena kehidupan sosial di masyarakat. Isu kemiskinan masyarakat misalnya menginspirasi mereka dalam single dan klip terbaru berjudul Negeri Surga yang rilis Oktober 2012 lalu. Melalui single ini, mereka memotret kekacauan di negeri yang kaya raya ini tetapi justru masyarakatnya masih banyak yang hidup di garis kemiskinan.

“Kita sebenarnya hidup di negeri surga, tapi surga untuk segelintir orang. Padahal surga itu milik kita semua,” tambah Rahde.

Untuk itu, mereka menyarankan agar segala sesuatunya dimulai dari hal-hal kecil, kebiasaan sehari-hari, dan berlaku fair dalam setiap sisi kehidupan. Selanjutnya adalah merubah mindset agar masyarakat turut serta memerangi budaya korupsi yang membuat rakyat miskin di negeri kaya.

Mengenai skena musik di Bali yang belakangan dibanjiri oleh kemunculan band-band baru, Ripper Clown bersikap untuk saling mendukung. Mereka berharap, sesama band yang bergerak di jalur indie sudah seharusnya saling support dam tidak saling menjatuhkan. Justru mereka prihatin ketika musik indie dijadikan lahan bisnis. Sebab, hal ini rentan melahirkan permainan kotor yang pada akhirnya akan saling menjatuhkan band lain.

“Cikal bakal bermusik kan untuk kebebasan jiwa, freedom,” tutup Rahde yang ketika itu tengah bersiap-siap mengguncang panggung BK FISIP IV. (Arya Pramana Kusuma)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *