Browse By

Rujak Bir, Si Manis Asli Klungkung

Segelas rujak bir siap memanjakan lidah penikmatnya (Sumber: cupcakerinamutz.blogspot.com)

Berjalan-jalan ke Kota Klungkung tak lengkap rasanya tanpa mencoba makanan khasnya. Siapa yang tak mengenal serombotan. Penganan yang terdiri dari beberapa jenis campuran sayuran, lalu dipadukan dengan sambal nyuh serta diberi guyuran sambal kacang nan pedas. Yummy…. Sayur segar dengan bumbu pedas dan gurih pasti akan menggoyang lidah. 

Ketika menikmati sensasi pedasnya, tentu saja akan makin klop bila ditemani dengan segelas minuman manis yang segar. Tak salah jika anda mencoba salah satu minuman khas Klungkung yaitu rujak bir. Namanya yang nyentrik kerap kali membuat orang tertipu. Walaupun namanya rujak bir, dalam minuman ini tidak ada campuran bir sama sekali. Minuman ini terbuat dari campuran air dan gula diberi serutan kelapa muda dan perasan jeruk nipis. Agar makin menarik diberi sedikit pewarna makanan merah muda. Bila anda ingin menikmati dalam keadaan dingin, anda cukup menambahkan beberapa es batu.

Kendati bahannya amat sederhana, namun rasanya tak bisa dikatakan sederhana. Para pedagang punya keahlian khusus dalam meracik yang diwarisi secara turun temurun. Sehingga menghasilkan rasa manis yang pas. Hal ini yang membuat rujak bir tak kalah segar dibanding minuman lainya.

Bila anda tertarik mencoba, berkunjunglah ke Pasar Senggol Klungkung yang letaknya beberapa meter ke arah utara dari pusat kota. Di sana Anda akan banyak menemukan stand yang menjajakan serombotan lengkap dengan rujak bir ini. Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam, cukup dengan lima ribu rupiah anda telah mendapatkan serombotan dengan sensasi segar es rujak bir.

Salah satu pedagang yang menjajakan minuman ini, I Nengah Susun menuturkan banyak wisatawan baik asing maupun lokal yang kerap kali kecantol dengan minuman ini. “Rata-rata pengunjung yang pernah mencoba rujak bir biasanya akan datang kembali, “ tutur pedagang asal Sengguan, Klungkung ini. Susun menambahkan, rujak bir tak hanya digemari wisatawan, penduduk lokalpun tak kalah mencintai minuman khas kotanya. Sehingga sudah menjadi budaya “serombotan pasangannya rujak bir”. Hal ini yang menyebabkan rujak bir laris manis setiap harinya. “Belum ada sejam saya buka, satu termos besar Rujak bir sudah habis,” tutur Susun. (yunda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *