Browse By

Sempat Kejar-Kejaran, Pasangan Anang-Raka Akhirnya Unggul

Suasana proses rekapitulasi suara dalam Pemira FISIP Unud di Gedung C FISIP, Senin (19/12/2016).

Suasana proses rekapitulasi suara dalam Pemira FISIP Unud di Gedung C FISIP, Senin (19/12/2016).

Setelah melewati serangkaian tahapan mekanisme Pemira FISIP Unud, tepat hari ini (19/12/2016) dilaksanakan pencoblosan untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FISIP Unud periode 2017-2018. Pencoblosan dilaksanakan di lingkungan kampus FISIP Unud yang tersedia dalam empat TPS (Tempat Pemungutan Suara), yakni sekitar Gedung A FISIP, Gedung B, dan Lantai 4 Gedung Agrokompleks.

Meski Pemira FISIP tahun ini hanya diikuti oleh satu pasang calon, namun proses pencoblosan tetap dilaksanakan dengan memasang kolom kosong pada nomor urut 2. “Aturan dua tahun lalu, apabila hanya terdapat satu calon, maka aklamasi. Dirubah tahun lalu menjadi calon tunggal melawan kolom kosong. Ini dilakukan untuk melindungi demokrasi. Jadi, pencoblosan tetap dilakukan, bukan langsung aklamasi,” jelas Jolyn Andrea Wardana, Ketua BPM FISIP Unud.

Sempat Kejar-Kejaran

Proses rekapitulasi suara juga dilaksanakan pada hari yang sama dengan melakukan perhitungan suara yang diperoleh dari masing-masing TPS. Sempat terjadi ‘kejar-kejaran’, terutama dalam proses penghitungan suara di TPS 1 yang pemilihnya angkatan 2013 dan TPS 2 dengan pemilih dari angkatan 2014. Pasangan calon nomor urut 2 diisi oleh kolom kosong sempat unggul meninggalkan lawannya, namun kemudian pasangan calon nomor urut 1 segera mengejar ketertinggalan, meski dengan perbedaan suara yang sangat tipis.

Sementara itu penghitungan suara di TPS 3 yang pemilihnya dari angkatan 2015, pasangan calon nomor urut 1 unggul dengan perbedaan suara yang tak terlalu jauh. Berbeda dengan penghitungan suara pada TPS 4 dengan pemilih dari angkatan 2016. Pasangan calon nomor urut 1 bisa bernapas lega dengan keunggulan perolehan suara jauh di atas pasangan nomor urut 2, meski ditemukan suara tidak sah paling banyak.

Hingga akhir penghitungan suara, pasangan calon nomor urut 1 mendapat 233 suara, kolom kosong 160 suara, dan tidak sah mencapai 86 suara.

Seperti yang tertera dalam UU Pemira FISIP Unud mengenai penetapan dan mekanisme pemilihan calon tunggal BEM FISIP, calon akan terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FISIP apabila mendapat suara terpilih minimum 30% dari jumlah suara yang sah. Dengan demikian, pasangan calon nomor urut 1, Anang Putra dan Raka Dewata unggul dan berhak menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FISIP Unud periode 2017-2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *