Browse By

SUBISIDI TIDAK SESUAI, WR II UNUD ENGGAN JAWAB ANGGARAN

22784

Denpasar, Perslinimassa-Pasca tuntutan yang dilakukan oleh Komunitas Aspirasi Mahasiswa Unud (KAMU) pada tanggal 4 April 2020. Rektorat Universitas Udayana memberikan respon melalui DPM PM Unud sehari setelahnya bahwa akan dilakukan refocussing kegiatan dan realokasi anggaran, pemberian subsidi kuota internet, dan menyediakan poskow bantuan mahasiswa. Dalam hasil notulensi audiensi antara BEM PM dengan Wakil Rektor II Unud, Prof. Dr. I Gusti Bagus Wiksuana, SE.,MS, disebutkan pula, Rektor Unud akan memberikan bantuan pulsa, BLT sebesar Rp 500.000 kepada mahasiswa Rusunawa/Asrama yang rencananya akan diberikan pada tanggal 21 April 2020.

“Kebijakan Rektor Universitas Udayana untuk anggaran kemahasiswaan sebesar 5% dari anggaran masing-masing pagu fakultas dan universitas. Dalam situasi darurat Covid19, Unud akan menggelontorkan dana sebesar Rp 1 Miliar untuk subsidi internet kuliah daring, memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 82 mahasiswa Rusunawa/Asrama sebesar Rp 500.000 per individu selama satu bulan”, ujar WR II Unud kepada jurnalis Linimassa Via WhatssApp, Sabtu (18/4).

Tak sesuai ekspektasi, anggaran BLT diberikan kepada mahasiswa Rusunawa/Asrama hanya sebesar Rp 200.000, Indomie 2 bungkus, dan 1 bungkus wafer. Padahal, WR II Unud telah memberikan konfirmasi kepada BEM PM dan Pers Linimassa bahwa akan diberikan BLT sebesar Rp 500.000. Menurut Putu Dhananjaya, penghuni Rusunawa, mahasiswa FKP angkatan 2019, bantuan yang diberikan oleh rektorat tidak sesuai dengan apa yang disampaikan kepada BEM PM tempo lalu.

“Kami dipanggil ke lobby Rusun, diberikan dua bungkus mie instan, cemilan berupa 9 potong wafer dikems dalam satu kantong kresek, dan diberikan info bahwa besok Ibu Rektor akan datang. Lalu hari ini, tadi pagi pukul 10.00 WITA, beberapa teman dipanggil untuk mewakili teman-teman Rusun dan Asrama untuk menerima BLT sebesar Rp 200.000 dalam sebuah amplop”, kata dia Via WhatssApp, Selasa (21/4).

Terkait subsidi yang tak sesuai, WR II Unud menjelaskan bahwa sisa anggaran akan dialokasikan kepada mahasiswa non Rusunawa/Asrama.

“Ya, karena anggarannya akan digunakan untuk bantuan yang diperluas kepada mahasiswa di luar asrama”, ujar dia.

Sementara itu, Satya Ranasika, Presma BEM PM Unud, belum memberikan sikap terhadap ketidak sesuaian realisasi subsidi BLT tersebut. Pihak Linimassa sudah melakukan konfirmasi, apakah akan ada audiensi lanjutan atau tidak, namun pihak BEM PM belum merespon.

Dalam menghadapi situasi darurat nasional, seharusnya kampus cepat tanggap terhadap kondisi mahasiswa. Terhitung sejak masa jeda kampus dimulai pada tanggal 23 Maret 2020, hampir satu bulan yang lalu, Unud baru saja melakukan survei data kebutuhan mahasiswa melalui BEM PM pada tanggal 18 April 2020. Darurat nasional berjalan, Unud masih santai. Bahkan menurut WR II Unud, rektorat masih memperhitungkan anggaran, belum melakukan realokasi anggaran untuk bantuan mahasiswa.

“Sedang dihitung anggarannya, karena mempertimbangkan penurunan UKT yang diusulkan oleh mahasiswa dari berbagai fakultas.Memang benar 5% untuk kegiatan mahasiswa, bukan untuk penanggulangan bencana. Maka untuk kondisi darurat belum dialokasikan dengan fix”, kata dia.

Menurut sahabat pers, berapa kiranya anggaran untuk bencana nasional ini? (AM)

Penulis: Ufiya Amirah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *