Browse By

Tembut-Tembut Seberaya : Pahatan Kayu Pemanggil Hujan

ilustrasi: http://www.kompasiana.com/kamikalakkaro/tembut-tembut-seberaya_54f78054a3331127738b459e

ilustrasi: http://www.kompasiana.com/kamikalakkaro/tembut-tembut-seberaya_54f78054a3331127738b459e

Tembut-Tembut Seberaya merupakan boneka kayu yang berasal dari Desa Seberaya, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Tembut-tembut dipahat menyerupai gundala atau orang-orangan yang digunakan petani untuk mengusir hama di ladang. Tembut-tembut dibuat pertama kali oleh seorang pemahat ternama pada tahun 1910-an bernama Pire yang bermarga Sembiring Depari. Diketahui bahwa kayu yang digunakan adalah kayu angker yang telah disambar petir dan sampai saat ini masih sangat awet meskipun tidak dilakukan perawatan.

Tembut-tembut Seberaya ini, sejak ditemukan hingga saat ini dipercaya dapat memanggil hujan. Cara yang dilakukan adalah dengan mengeluarkan tembut-tembut ini dan memakaikan kain seperti baju lalu digerakkan oleh seseorang dari dalam dan menari-nari sambil diarak keliling kampung. Namun, dalam upaya memanggil hujan, tembut-tembut ini tidak bisa diarak satu persatu, namun harus diarak semua (ada empat tembut-tembut dan satu ayam). Ayam disini diketahui bernama gurda-gurdi yang merupakan tunggangan utusan Raja Aceh pada masa itu yang memiliki kepentingan ke Seberaya. Dalam memainkan tembut-tembut ini ada juga aturannya yaitu, orang yang memainkan harus pemiliknya atau keturunannya serta orang-orang yang dipilih oleh pemiliknya. Uniknya lagi, orang yang menggerakkan dari dalam itu, jari-jarinya harus mengapit daun sirih agar ia kuat dan  tidak pergi ke alam yang lain sehingga masih bisa dikontrol.

Pada saat ini, fungsi dari tembut-tembut ini sudah sedikit berubah seiring berkembangnya agama di Kabupaten Karo. Saat ini, Tembut-tembut Seberaya sudah dibuat tiruannya sehingga bisa ditampilkan pada saat Pesta Panen, Pesta Bunga, dan Buah serta Perayaan Hari Kemerdekaan RI. Tujuannya untuk melestarikan Tembut-Tembut Seberaya ini yang dianggap sebagai bagian dari Budaya suku Karo. Namun, meskipun demikian masih banyak yang percaya bahwa tembut-tembut yang asli ini masih memiliki kemampuan untuk memanggil hujan. Saat ini, Tembut-tembut diarak keliling kampung sambil menari-nari serta warga desa melempari beras sebagai simbol harapan agar tanah semakin subur dan seluruh warga memperoleh rejeki yang banyak.

Tak jarang juga tembut-tembut ini disewa untuk beberapa keperluan oleh beberapa pihak. Meskipun disewa, orang yang memainkan atau menggerakkan tembut-tembut ini  tetap harus keturunan dari keluarga Sembiring Depari dan hanya dapat disewa di Desa Seberaya. Untuk biaya yang harus dikeluarkan  untuk penyewaan ini adalah hanya untuk membeli jeruk purut.

Tembut-Tembut Seberaya ini sejak dibuat oleh Pire Sembiring Depari hingga saat ini sudah ada empat keturunan yang menjadi ahli warisnya. Keluarga  mereka pun hingga saat ini masih memberikan sesajen pada Tembut-Tembut ini pada waktu-waktu tertentu.

Hingga saat ini, keluarga pemilik Tembut-Tembut Seberaya dikenal sebagai Pertembut-Tembut Seberaya yang bisa dijumpai di Desa Seberaya, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. (Ribka)

One thought on “Tembut-Tembut Seberaya : Pahatan Kayu Pemanggil Hujan”

  1. Ezra says:

    Sangat membantu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *