Browse By

Tuntut Hak-Hak Awak Mobil Tangki, ANPM-Bali Gelar Aksi Solidaritas

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Nasional Pemuda dan Mahasiswa Bali (ANPM-Bali) menggelar aksi solidaritas untuk Awak Mobil Tangki (AMT) Pertamina di Lapangan Niti Mandala, Renon, Minggu, 15 Oktober 2017. (Rai Sukmaning/Linimassa)

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Nasional Pemuda dan Mahasiswa Bali (ANPM-Bali) menggelar aksi solidaritas untuk Awak Mobil Tangki (AMT) Pertamina di Lapangan Niti Mandala, Renon, Minggu, 15 Oktober 2017. (Rai Sukmaning/Linimassa)

PERSLINIMASSA, DenpasarCar Free Day (CFD) Renon dikagetkan oleh kemunculan beberapa zombi. Mereka berjalan terseret-seret dengan wajah borok dan pakaian penuh bercak darah. Seorang dari mereka bahkan bergelayut pada rantai seolah terkekang oleh geraknya sendiri.

Para mayat hidup ini datang untuk menuntut dipenuhinya hak-hak Awak Mobil Tangki (AMT) Pertamina.

Aksi teatrikal yang ditampilkan Teater Orok ini merupakan bagian dari aksi solidaritas untuk AMT Pertamina yang digelar Aliansi Nasional Pemuda dan Mahasiswa Bali (ANPM-Bali) di Lapangan Niti Mandala, Renon, Minggu, 15 Oktober 2017.

Dalam aksinya, ANPM-Bali mengecam Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak yang dilakukan PT Pertamina Patra Niaga dan PT Elnusa Petrofin terhadap 1.095 pekerja AMT.

Koordinator Aksi Zulkifli Sofiyan, dalam orasinya, menyampaikan ketidakadilan yang menimpa buruh AMT Pertamina. Untuk menghindari kewajiban THR, kata dia, sebanyak 400-an buruh AMT di-PHK menjelang Hari Raya Idul Fitri 2017. Padahal mereka telah bekerja selama hampir 13 tahun.

“Di mana tanggung jawab pemerintah?” keluh Zulkifli.

Saat diwawancara, Zulkifli mengatakan aksi solidaritas yang mereka gelar merupakan bentuk balas budi pemuda dan mahasiswa kepada rakyat.

“AMT merupakan bagian dari rakyat. Kesempatan kami berkuliah secara tak langsung berkat pajak yang mereka setor ke negara. Ini aksi balas budi kepada rakyat yang telah dikecewakan pemerintah,” ujar Zulkifli.

Sebelum aksi, Zulkifli menjelaskan, pihaknya sempat bertemu buruh AMT wilayah Bali yang dikelola PT Elnusa Petrofin untuk mendengar keluhan mereka.

“Kebanyakan dari mereka mengeluhkan jam kerja tak manusiawi yang mencapai 12 jam. Bahkan upah untuk overtime kerja para buruh AMT juga tidak jelas pembayarannya,” ungkapnya.

Selain orasi dan aksi teatrikal, peserta aksi juga membagikan selebaran kepada para pengunjung car free day.

Dalam selebaran tersebut, ANPM-Bali mengajukan lima tuntutan. Yakni penuhi hak normatif buruh AMT, hapus sistem kerja kontrak dan outsourcing, jamin hak berserikat buruh, pendidikan gratis, dan hentikan tindakan represif aparat bersenjata dalam penyelesaian konflik dengan rakyat.

ANPM-Bali sendiri merupakan aliansi organisasi pemuda dan mahasiswa yang di dalamnya termasuk KBMP-Bali, FMN, BEM FISIP Unud, Semakra, Teater Orok, LPM Kanaka, dan LPM Linimassa.

Longmarch Buruh AMT dari Bandung ke Jakarta

Sebelumnya, pada 13 Oktober 2017, sebanyak 50 buruh AMT Pertamina menggelar aksi longmarch dari Bandung ke Jakarta. Aksi ini merupakan buntut dari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak terhadap 1.095 AMT dari 9 Depo Pertamina.

Sejak 2012, AMT yang mayoritas direkrut oleh PT Pertamina Patra Niaga berubah status menjadi pegawai outsourcing. Tiap dua tahun, vendor outsourcing berganti.

Kebijakan ini merugikan AMT, sebab hak-hak mereka seperti uang lembur dan uang makan tidak dibayarkan. Sejak 2012 hingga saat ini, tunggakan atas uang lembur dan uang makan ditaksir mencapai Rp. 160 miliar.

Aksi longmarch ini sendiri bukan aksi pertama. Pada bulan November 2016, awak tangki Depo Plumpang menggelar aksi berupa mogok massal selama 18 hari. Salah satu tuntutannya agar AMT diangkat menjadi karyawan tetap.

Aksi pertama sempat dimediasi oleh Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri. Setelah tercapai kesepakatan, AMT kembali bekerja. Namun, kesepakatan tersebut tak pernah dipenuhi pihak PT Pertamina Patra Niaga. Alih-alih, di bulan Maret 2017 malah terjadi PHK terhadap 350 pekerja.

Pemberitahuan PHK tersebut memicu aksi mogok massal kedua pada Juli 2017. Kali ini diikuti oleh 9 Depo Pertamina.

Namun lagi-lagi, aksi ini tidak membuahkan hasil yang menggembirakan. Aksi mogok kedua berbuntut pada PHK massal sehingga total AMT yang di-PHK mencapai 1.095 orang. Kejadian terakhir ini memicu aksi longmarch AMT dari Bandung ke Jakarta.

Asep Idris, koordinator aksi longmarch Bandung-Jakarta mengatakan, aksi ketiga ini sasarannya Istana Negara.

“Dengan longmarch ini, harapan kawan-kawan, Jokowi mendengar. Dan bisa menyelesaikan langsung permasalahan yang ada di perusahaan-perusahaan di lingkungan BUMN,” kata Asep, seperti dikutip Tempo.co, Sabtu, 14 Oktober 2017.

—Rai Sukmaning

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *