Browse By

Upah Buruh Rendah Salah Siapa ?!

ilustrasi oleh Ameita Raydila

ilustrasi oleh Ameita Raydila

Oleh: Ameita Raydila

          Berhubung hari ini adalah Hari Buruh, saya mahasiswa yang masih kurang wawasannya ini tiba-tiba menjadi tertarik untuk mengutarakan pendapat saya mengenai Hari Buruh dan salah satu permasalahan yang tengah dihadapi buruh yaitu upah buruh rendah. Sebelum saya menyampaikan pendapat saya yang asal-asalan dan sok tau ini, saya mengucapkan Selamat Hari Buruh bagi seluruh buruh atau pekerja di Indonesia.

             May Day atau yang lebih kita kenal dengan Hari Buruh adalah sebuah hari libur (di beberapa negara) tahunan yang berawal dari usaha gerakan serikat buruh untuk merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial para buruh. Kata salah satu artikel di Google sih gitu, tapi menurut saya sih sekarang maknanya sudah berbeda. Hari Buruh yang kita ketahui atau yang dapat kita lihat saat ini (terutama di Indonesia) menurut saya merupakan hari dimana para buruh turun langsung kejalan dengan melakukan demo atau unjuk rasa untuk menuntut hak-haknya sebagai buruh atau pekerja. Ya, mereka masih belum mendapatkan hak-hak yang sesuai atau sepatutnya untuk dapat mewujudkan kesejahteraan buruh.

               Para buruh atau pekerja tersebut melakukan mogok kerja. Mereka datang dari berbagai daerah untuk kemudian melakukan demo atau ujuk rasa di Istana Negara atau Istana Kepresidenan (tempat favorit untuk berdemo) dan beberapa kantor pemerintahan lainnya. Selain itu di sejumlah daerah juga terdapat unjuk rasa yang serupa. Ada juga yang berdemo di depan perusahaan tempat mereka bekerja. Aksi demo atau unjuk rasa ini memang bukan hal yang dilarang karena seperti yang kita ketahui bagi negara yang katanya bersifat demokratis ini, hal tersebut merupakan salah satu hak yang dimiliki oleh setiap warga negara. Namun, hendaknya para pendemo tidak berlaku anarkis dalam melakukan unjuk rasa agar tidak terjadi perlawanan dari pasukan pengaman.

              Para buruh atau pekerja tersebut melakukan demo atau unjuk rasa salah satunya untuk menuntut kenaikan upah minimum. Ya, yang saya ketahui sih (berdasarkan wawasan saya yang masih kurang ini) upah minimum bagi para buruh atau pekerja di Indonesia memang masih lebih rendah jika dibandingkan dengan beberapa negara lain di ASEAN. Kok bisa? Kalau menurut saya sih, alasan utamanya lagi-lagi adalah tingkat pendidikan. Loh bukannya pemerintah telah menggalangkan banyak program terkait pendidikan? Pemerintah memang sudah memiliki banyak program terkait pendidikan, namun berdasarkan hasil berselancar saya di dunia maya dapat saya ambil kesimpulan bahwa tingkat pendidikan masih rendah karena berbagai alasan salah satunya adalah masyarakat yang masih memilih untuk bekerja saja ketimbang melanjutkan pendidikan.

              Mereka berfikiran bahwa lebih baik bekerja saja agar mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa memikirkan jangka panjang bahwa pendidikan juga mempengaruhi pekerjaan yang akan didapat dan juga sekaligus mempengaruhi upah yang didapat. Menurut saya sih upah buruh yang rendah bukan sepenuhnya salah buruh atau pekerja tersebut. Hal tersebut karena memang pada kenyataannya untuk memenuhi kebutuhan mereka membutuhkan uang.

              Sebagian dari hal ini menurut saya juga merupakan kesalahan pemerintah. Dalam hal ini seharusnya pemerintah yang memiliki segudang program mengenai pendidikan ini lebih gencar dalam mensosialisasikan mengenai program-program tersebut. Jadi program-program pendidikan yang telah ada ini dapat lebih merata dan pemerintah juga dapat mempengaruhi dan mengubah pemikiran masyarakat mengenai pendidikan. Selain itu kita sebagai warga negara yang mengharapkan kesejahteraan dan kemakmuran harus dapat berfikir maju lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *