Browse By

Wishnutama: Masa Depan Pertelevisian Terletak pada Kualitas Kontennya

CEO Net Mediatama Wishnutama Kusubandio berjalan menuju panggung Auditorium Widya Sabha, Kampus Bukit Jimbaran, Sabtu, 23 September 2017. Wishnutama menjadi pembicara dalam seminar nasional yang digelar Komunitas Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOMIK) FISIP Unud. (Suryadipta Wardhana/Linimassa)

CEO Net Mediatama Wishnutama Kusubandio berjalan menuju panggung Auditorium Widya Sabha, Kampus Bukit Jimbaran, Sabtu, 23 September 2017. Wishnutama menjadi pembicara dalam seminar nasional yang digelar Komunitas Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOMIK) FISIP Unud. (Suryadipta Wardhana/Linimassa)

PERSLINIMASSA, Badung — CEO Net Mediatama Wishnutama Kusubandio mengajak generasi muda memanfaatkan digital platforms untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara dalam seminar nasional yang digelar Komunitas Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOMIK) FISIP Unud di Auditorium Widya Sabha, Jimbaran, Sabtu, 23 September 2017.

Menurutnya, konten yang berhasil adalah konten yang relevan terhadap keperluan orang banyak dan sekaligus mampu menyelesaikan masalah-masalah yang mereka hadapi. Selain itu, konsepnya juga mesti unik.

“Kalau lu datang ke gua dengan konsep yang sudah pernah ada di tempat lain, gua jitakin lu,” seloroh Wishnutama, mengulangi apa yang pernah ia katakan pada pekerjanya.

Dia juga menekankan pentingnya kualitas konten. Menurutnya, konten yang berkualitas akan menginspirasi orang untuk berbuat baik dan positif tanpa merasa digurui.

The future TV is not TV anymore, but contents,” tegas Wishnutama.

Dalam pemaparannya, Wishnutama juga sempat menyinggung tentang kerasnya dunia pertelevisian. Bekerja di dunia pertelevisian, kata dia, bukan perkara mudah.

Sebab, dunia pertelevisian menuntut para pekerjanya untuk berani mencoba hal baru.

“Coba, gagal, bikin lagi yang lain. Tapi jangan coba, gagal, lalu bikin lagi yang sama. Aneh namanya itu,” ujarnya.

Dalam seminar tersebut, KOMIK juga menghadirkan movie creator Rai Pendet sebagai pembicara.

Pendet menawarkankan kiat “ATM” (Amati, Tiru, dan Modifikasi) dalam menyerap gagasan yang berseliweran untuk kemudian menyaringnya menjadi konten kreatif, semisal film.

Penulis: Ribka Sitepu

Editor: Rai Sukmaning

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *